Pertemuan Minggu KeEnam : Etika Bisnis

 ETIKA BISNIS

     Halo teman-teman online, kembali lagi nih di materi keenam. Nah, pada materi keenam kali ini, saya akan membahas tentang Etika Bisnis yang saya dapatkan pada mata kuliah Etika Profesi di Universitas Jember. Jadi, simak dengan baik ya! 😼


    Etika bisnis adalah tindakan yang dilakukan dalam kegiatan bisnis dengan tidak menyalahi aturan organisasi dan masyarakat. Dalam etika bisnis, setiap kegiatan harus dalam keadaan wajar dan sesuai dengan norma dan etika yang berlaku.

BISNIS

Bisnis adalah kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh individu, perusahaan, atau organisasi dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan atau laba. Dalam bisnis, orang atau entitas menjual produk, jasa, atau barang ke konsumen atau pelanggan dengan harapan mendapatkan penghasilan yang lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk atau jasa tersebut.

ETIKA BISNIS

Etika bisnis adalah kerangka kerja nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang digunakan dalam konteks bisnis untuk menentukan apa yang dianggap sebagai perilaku yang benar dan etis. Etika bisnis melibatkan pertimbangan mengenai moralitas dan integritas dalam pengambilan keputusan bisnis, tindakan perusahaan, dan interaksi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pelanggan, karyawan, pemegang saham, pemasok, dan masyarakat umum.

Beberapa prinsip etika bisnis yang umumnya diakui meliputi:

  1. Kepatuhan Hukum: Bisnis harus mematuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku. Ini adalah prasyarat untuk beroperasi dengan etika.
  2. Kepatuhan Etika: Lebih dari sekadar mematuhi hukum, bisnis harus bertindak dengan integritas, kejujuran, dan moralitas yang tinggi dalam semua aspek operasionalnya.
  3. Kepedulian pada Pemangku Kepentingan: Bisnis harus mempertimbangkan dampak keputusan dan tindakan mereka terhadap semua pemangku kepentingan, termasuk karyawan, pelanggan, pemegang saham, pemasok, dan masyarakat.
  4. Transparansi: Bisnis sebaiknya terbuka dan jujur dalam semua komunikasi dan pelaporan, termasuk mengenai produk, layanan, praktik bisnis, dan kinerja keuangan.
  5. Keadilan: Bisnis harus bersikap adil dalam perlakuan terhadap semua individu dan kelompok, termasuk dalam penggajian, kesempatan kerja, dan layanan pelanggan.
  6. Konservasi Lingkungan: Bisnis sebaiknya bertanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan, serta berusaha untuk mengurangi dampak lingkungan negatif.
  7. Tanggung Jawab Sosial: Bisnis dapat memainkan peran dalam mendukung masyarakat dengan berpartisipasi dalam kegiatan amal, mendukung pendidikan, dan berkontribusi pada proyek sosial yang bermanfaat.
  8. Inovasi dan Kualitas: Bisnis sebaiknya berfokus pada pengembangan produk dan layanan berkualitas tinggi yang memberikan nilai kepada pelanggan.

Etika bisnis adalah penting karena dapat membangun reputasi yang baik, meningkatkan kepercayaan pelanggan, dan memberikan keunggulan kompetitif. Pelanggaran etika bisnis dapat merusak citra perusahaan, mengakibatkan kerugian finansial, dan berdampak negatif pada hubungan dengan pemangku kepentingan. Oleh karena itu, menjadikan etika sebagai inti budaya perusahaan adalah langkah penting bagi kesuksesan jangka panjang bisnis.

Menurut CauxRoundTable 

  • Tanggung jawab
  • Dampak ekonomis dari bisnis
  • Perilaku bisnis dalam hukum
  • Sikap menghormati aturan yang berlaku
  • Dukungan bagi perdagangan multiteral 
  • Sikap hormat tentang lingkungan alam
  • Menghindari operasi bisnis yang tidak etis. 
Menurut Sonny Keraf (1998)

  • Prinsip Otonomi
Tanggung jawab bisnis: dari shareholders kestake holders kemampuan mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan kesadaran tentang apa yang baik untuk dilakukan dan bertanggung jawab secara moral atas keputusan yang diambil.
  • Prinsip Kejujuran
Bisnis tidak akan tahan lama jika tidak dilandasi kejujuran karena kejujuran kunci keberhasilan suatu bisnis.
  • Prinsip Keadilan
Tiap orang dalam berbisnis harus mendapat perlakuan yang sesuai dengan haknya masing-masing, artinya tidak ada yang boleh dirugikan haknya.
  • Prinsip Saling Menguntungkan
Agar semua pihak berusaha untuk saling menguntungkan, demikian pula untuk berbisnis yang kompetitif
  • Prinsip Integritas Moral
Para pelaku bisnis harus menjaga nama baik pribadi dan perusahaan/organisasi agar tetap dipercaya dan berintegritas tinggi.

MASALAH ETIKA BISNIS

Masalah etika bisnis adalah situasi atau isu yang melibatkan pertimbangan nilai-nilai dan prinsip-prinsip etika dalam konteks aktivitas bisnis. Beberapa masalah etika bisnis yang umumnya dihadapi oleh perusahaan dan organisasi. Contoh :
  1. Penipuan dan Kecurangan : Ini mencakup praktik-praktik yang tidak jujur, seperti memalsukan laporan keuangan, menipu pelanggan dengan klaim palsu, atau berbuat curang dalam kompetisi.
  2. Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan : Bisnis sering dihadapkan pada pertanyaan tentang sejauh mana mereka harus bertanggung jawab terhadap masalah sosial dan lingkungan, seperti dampak lingkungan, hak pekerja, dan kebijakan sosial.
Masalah etika bisnis adalah penting karena dapat memengaruhi reputasi perusahaan, hubungan dengan pemangku kepentingan, dan kadang-kadang bahkan aspek hukum. Perusahaan yang berkomitmen pada etika bisnis yang baik dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik untuk bekerja dan berkontribusi positif pada masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, mengidentifikasi dan mengatasi masalah etika bisnis adalah bagian penting dalam pengelolaan perusahaan yang bertanggung jawab.

E-Commerce

    Menurut Chitrangda (2014), E-Commerce adalah kemampuan perusahaan untuk menyediakan website dinamis (dynamic presence) pada internet yang dapat digunakan untuk melangsungkan bisnis secara elektronik, atau dengan kata lain memiliki sebuah toko online.

Benefit dari E-commerce

    Memiliki akses terhadap pasar global karena mencakup keseluruhan di dunia hal ini juga membuat penjualan langsung tanpa melalui pihak perantara atau pihak ketiga yang membuat harganya semakin mahal. Perdagangan elektronik ini juga dapat membantu usaha dapat bersaing dengan perusahaan besar. Bisa melakukan jual beli kapan saja dan di mana saja serta mampu membentuk loyalitas konsumen dalam perdagangan elektronik. Bisa mengurangi biaya pemasaran produk secara konvesional karena perdagangan ini dilakukan secara digital dan tidak memerlukan biaya lainnya seperti biaya sewa tanah listrik dan lain-lain. Perusahaan dapat mendapatkan informasi yang lebih detail tentang konsumen yang akan dibelinya karena perdagangan elektronik dapat memberikan suatu pencatatan. Kama yang transaksi verifikasi otomatis dan keamanan sistem situs yang ada dalam perdagangan elektronik terjamin pada aplikasi perdagangan elektronik seperti Shopee dan lain-lain. 

ETIKA DALAM E-COMMERCE

Peraturan Menteri Perdagangan RI tentang e-Commerce yang kemudian dimuat dalam UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Semua situs perdagangan online harus terdaftar, tak bisa melakukan aktivitas jual bell online secara bebas. Pelaku bisnis online juga harus mendeklarasikan etika bisnis yang dimiliki. Pelaku bisnis online juga harus menyusun data dan bukti transaksi dengan benar. Data transaksi ini nantinya bisa digunakan sebagai alat bukti dan memiliki kekuatan hukum Lantaran perdagangan online bersifat global, Kementerian membolehkan pihak yang mengalami sengketa perdagangan untuk memilih kaidah hukum perdagangan Internasional, Meski transaksi bersifat digital, kontrak harus tetap memasukkan identitas, spesifikasi barang, legalitas barang, nilai transaksi, dll. Situs e-commerce wajib membuat kontrak online dalam Bahasa Indonesia. Situs perdagangan online juga harus memiliki trustmark. Dengan adanya trustmark internasional, konsumen akan merasa lebih aman saat berbelanja di situs tersebut. Kementerian akan menerbitkan daftar hitam (blacklist) bag) situs perdagangan online yang melanggar aturan berdasarkan laporan yang masuk ke Kementerian Perdagangan.

MASALAH DALAM E-COMMERCE

  1. We-Spoofing, hacker membuat situs palsu yang hampir mirip dengan situs asli untuk menarik konsumen agar memberikan nomor kartu kredit/data penting lainnya.
  2. Cyber-squatting, seseornag menggunakan nama domain milik organisasi terkenal dengan tujuan untuk melanggar trademark, kemudian memeras pemilik trademark aslinya dan mematokharga yang jauh lebih mahal, biasanya juga menambahkan kata-kata untuk merusak citra organisaasi pemilik trademark.
  3. Privacy Invasion
    • e-Commerce memberi informasi individu seperti detail personal, shopping habbit, dan pola kunjungan website kemudian dijual kepada perusahaan untuk pemasaran produk.
    • Informasi pribadi kita dicegat oleh pihak yang tidak seharusnya mengetahui informasi pribadi kita.
    • Malware yang disisipkan melalui web yang merekam seluruh aktivitas konsumen pada website      yang disimpan oleh cookies.
Online Piracy, pembajakan online yang melanggar hak atas kekayaan intelektual (HAKI) seperti e-book, musik, video. Email Spamming, spamming melalui email yang pernah dimasukkan oleh konsumen, kemudian dijadikan sebagai pasar untuk mengiklankan produk secara berkala.

Demikian materi etika bisnis yang sudah saya pelajari pada Mata Kuliah Etika Profesi, Tunggu di materi selanjutnya yaaaa!!! 🥰










Komentar